Sebagai tindak lanjut dari kerjasama antara SMP Negeri 4 Batang dengan Puskesmas Batang 3, pada hari ini Jum’at, 26 Maret 2021 telah dibagikan tablet tambah darah (TTD) kepada siswa perempuan Kelas IX. Salah satu tujuan dari pemberian TTD ini adalah untuk mencegah penyakit anemia yang sering dialami oleh remaja putri. Remaja putri (rematri) rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi. Rematri yang memasuki masa pubertas mengalami pertumbuhan pesat sehingga kebutuhan zat besi juga meningkat serta diet yang kadang keliru di kalangan rematri.  Rematri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia saat hamil. Hal ini akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) menurut Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup dan penyebab utama kematian ibu adalah pre eklampsia dan eklampsia  (32,4%) serta perdarahan paska persalinan (20,3%) dimana salah satu faktor risiko terjadinya perdarahan paska persalinan adalah anemia. Oleh karena itu,  terdapat beberapa upaya pencegahan dan penanggulangan anemia yang dapat dilakukan oleh rematri diantaranya :

  1. Meningkatkan asupan sumber makanan khususnya sumber zat besi seperti : hati, ikan, daging, unggas, sayuran berwarna hijau tua dan kacang-kacangan.
  2. Fortifikasi bahan makanan dengan zat besi diantaranya  pada tepung terigu, beras, minyak goreng, mentega dan beberapa snack.
  3. Suplementasi zat besi

Dalam rangka untuk mengatasi masalah anemia pada remaja putri, pemerintah telah menetapkan kebijakan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada rematri dilakukan setiap 1 kali seminggu. Pemberian TTD ini diberikan secara blanket approach dimana seluruh rematri diharuskan meminum TTD untuk mencegah anemia dan meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh tanpa dilakukan skrining awal terlebih dahulu. 

Puskesmas Batang 3 sebagai instansi yang bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakat, sudah melakukan sosialisasi dan distribusi TTD ke sekolah-sekolah di wilayah kerja Puskesmas Batang 3, termasuk ke SMP Negeri 4 Batang. Namun berdasarkan survey di lapangan, masih banyak rematri yang tidak meminum TTD tersebut dengan alasan takut, mual dan sebagainya. Maka untuk mengatasi masalah kekhawatiran tersebut, perlu diketahui oleh rematri bahwa :

  1. Konsumsi zat besi secara terus menerus tidak akan menyebabkan keracunan karena tubuh mempunyai sifat autoregulasi zat besi. Bila tubuh kekurangan zat besi, maka penyerapan zat besi yang dikonsumsi akan banyak, sebaliknya bila tubuh tidak kekurangan maka penyerapan zat besi hanya sedikit sehingga aman dikonsumsi sesuai program.
  2. Konsumsi TTD kadang menimbulkan efek samping berupa : nyeri/perih di ulu hati, mual muntah dan tinja berwarna hitam. Hal ini tidak berbahaya dan untuk mengurangi gejala di atas, sangat dianjurkan minum TTD setelah makan atau malam sebelum tidur.
  3. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, sebaiknya TTD dikonsumsi bersama dengan buah – buahan sumber vitamin C ( jeruk, papaya, mangga, jambu biji dan lain lain) dan sumber  protein hewani ( hati, ikan, unggas dan daging ).
  4. Hindari konsumsi TTD bersamaan dengan teh, kopi, tablet kalsium dosis tinggi dan obat sakit maag terutama yang mengandung kalsium karena akan menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *